dscn4799Menurunnya kualitas air baku Sungai Kapuas dan Sungai Landak dengan meningkatnya kadar garam, perlu dilakukan antisipasi penanganan krisis air bersih. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak melalui Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Pontianak menggelar rapat koordinasi (rakor), Selasa (23/6) dengan beberapa instansi diantaranya Yayasan Pemadam Kebakaran, perusahaan swasta, TNI/Polri, dan lainnya.

Rakor ini dipimpin langsung Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pontianak, Ir. H. Toni Herianto, MT selaku Ketua Dewan Pengawas PDAM dan didampingi Direksi PDAM Kota Pontianak, Ir. Agus Sutyoso, M.Si, serta beberapa yayasan pemadam kebakaran yang ada di Kota Pontianak dan instansi terkait lainnya. Rakor ini digelar sebagai upaya dalam mengantisipasi krisis air bersih mengingat Kota Pontianak cenderung mengalami musim kemarau yang panjang dengan menyiapkan armada mobil tangki air untuk suplai langsung kepada masyarakat yang membutuhkan air bersih.

Direksi PDAM Kota Pontianak, Ir. Agus Sutyoso mengungkapkan dengan indikasi tersebut, perlu dilakukan antisipasi terhadap pelayanan air bersih khususnya air layak minum. “Secara prosedural kami sudah melakukan protap yaitu dengan mengalirkan penepat,” ujarnya.

Lanjutnya lagi, karena suplai air ini sangat terbatas, maka dalam rangka mengantisipasi pelayanan air bersih pihaknya telah mendapat instruksi dari Walikota dan Sekda selaku Ketua Dewan Pengawas PDAM untuk siaga dan menyiapkan dalam mengantisipasi kemungkinan terburuk akibat krisis air bersih dengan menyediakan armada tangki yang setiap saat bisa dihubungi secara operasional untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Dana operasionalnya berasal dari PDAM dan dibantu dana dari Pemkot.

“Untuk itu kami mohon kepada perusahaan, yayasan pemadam kebakaran, TNI, Kepolisian dan lainnya yang memiliki armada tangki untuk memberikan contact person (nomor telepon, red.) sehingga setiap saat bisa dihubungi jika dibutuhkan bantuannya,” tuturnya.

Beberapa yayasan dan instansi telah menyatakan kesiapannya dalam menyediakan armada mobil tangki air diantaranya Subdin Kebakaran menyediakan 3 armada tangki berkapasitas 4.500 liter, Polda menyiagakan 1 armada tangki, Yayasan BPAS menyiapkan 2 armada berkapasitas 4.000 liter, Yayasan Panca Bhakti 1 armada dan Denkav II telah siap 1 armada tangki.

Sementara itu, Sekda Kota Pontianak, Ir. H. Toni Herianto mengharapkan dukungan dari semua pihak dalam menangani krisis air bersih ini mengingat air bersih merupakan kebutuhan yang sangat vital bagi masyarakat Kota Pontianak. Dikatakannya lagi, ada beberapa titik untuk pengambilan air bersih dan setiap armada tangki yang khusus untuk menangani suplai air bersih bagi masyarakat yang membutuhkan akan diberi tanda khusus berupa stiker. (12)

(Sumber : Humas Pemerintah Kota Pontianak)