Keterbatasan infrastruktur komunikasi di wilayah perbatasan Entikong mengakibatkan masyarakat yang berjumlah kurang lebih 13.000 orang atau 9.000 kepala keluarga sulit mengakses informasi dalam negeri. Sebaliknya akses informasi dari negara tetangga sangat dominan.

Sekitar 60 – 70 % penduduk Entikong menggunakan parabola untuk dapat mengakses siaran Televisi Nasional, jika menggunakan antena biasa, siaran televisi yang bisa diakses justru Siaran Televisi Malaysia.

Menyadari akan keterbatasan tersebut, Depkominfo bekerja sama dengan Dinas Perhubungan dan Informatika Provinsi Kalimantan Barat, baru-baru ini mengadakan sosialisasi kegiatan Nasional yang sangat penting yaitu Pemilihan Presiden yang akan dilaksanakan pada 8 Juli 2009 mendatang.

Dalam kegiatan tersebut, Tim Sosialisasi yang dibantu Staf Dishubkominfo Prov. Kalbar membagikan poster Tahapan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2009 kepada warga masyarakat perbatasan dan melakukan wawancara sekitar kesiapan dan pengetahuan mereka tentang Pilpres mendatang.

Rombongan yang dipimpin Kepala Bidang Humas Kesekjenan Depkominfo, Muslimin Kulele membawa serta Kasubbag Tata Usaha dan Kasubbag Hubungan Eksternal dan Internal Media Elektronik maupun Cetak, diantaranya Trans 7, Harian Jawa Post, Harian Surabaya Post, Harian Suara Pembaharuan, Portal Kabar Indo.Com, Mingguan Gatra, Reporter Daerah.

Sebelum meluncur pulang rombongan menemui Kepala Dusun Entikong Kecamatan Entikong. Dalam wawancara tersebut Kepala Dusun mengatakan bahwa sudah banyak yang datang ke Entikong ini dari Gubernur, Menteri sampai Presiden tetapi tidak membawa perubahan apa-apa, mungkin kalau malaikat yang datang baru ada perubahan, ujar Kepala Dusun Markus Sofian.

(Dishubkominfo/Rusdi )