Kasijanto, Kepala Unit Tranfusi Darah (UTD) PMI Cabang Singkawang, mengatakan stock darah yang diperoleh dari sukarelawan donor sebesar 35 persen. Angka tersebut dinilai sangai minim karena dalam sehari diperlukan paling tidak 10 kantong darah.
“Karena minimnya itu, se tahun ini kami hanya bisa menyediakan 300 kantong darah,” katanya saat ditemui.

Menurut Kasijanto, keterbatasan darah tersebut karena kesadaran masyarakat yang masih kurang untuk berpartisipasi dalam donor darah. diperparah lagi dengan masih belum tersedianya Laboratorium di PMI Cabang Singkawang. “Selama ini kami masih menggunakan fasilitas rumah sakit Abdul Aziz,” tambahnya.

Kalaupun ada masyarakat tertentu yang peduli, baik dikoordinir instansi maupun tersendiri, ketersedian darah masih belum mencukupi stock. Pasalnya, instansi melakukan donor darah pada saat melakukan ulang tahun dan kegiatan sosial lainnya.

Kasijanto menjelaskan, selain melayani masyarakat Kota Singkawang, PMI Cabangan Singkawang sendiri harus melayani masyarakat di daerah Bengkayang dan Sambas.
“Sehingga perlu adanya kerja ekstra bagi PMI sendiri, dan kepedulian masyarakat luas, sebagai penyelamatan nyawa orang banyak,” terang Kasijianto. (PDE)