SMA Negeri 1 Singkawang memperoleh predikat sebagai Sekolah Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) pada tahun 2009 ini. Hal tersebut dibenarkan Kepala Sekolah SMAN 1 Singkawang, Helmi M.K,S.Pd.

“Sekolah yang saya pimpin termasuk kedalam RSBI ini berdasarkan SK penunjukan yang di keluarkan oleh Direktorat Pembinaan SMA, Departemen Pendidikan Nasional pada tanggal 13 Mei 2009,” kata Helmi, Selasa (23/6).

SMA Negeri 1 Singkawang merupakan salah satu sekolah dari 47 SMA se Indonesia yang masuk kategori RSBI. Untuk Kal-Bar sendiri ada dua sekolah termasuk RSBI yakni SMA Santo Petrus Pontianak dan SMAN 1 Singkawang.

“Atas RSBI itu telah di lakukan penandatangan MoU di Cisarua, Bogor pada bulan lalu,” tambah Helmi.

Namun dengan adanya predikat RSBI yang di peroleh SMA Negeri 1 Singkawang, bukanlah berarti menjadi kebanggan serta hal yang mudah, namun menjadi perjuangan yang keras dalam pencapaian.

Saat ini SMA Negeri 1 Singkawang masih kurang Sumber Daya Manusia (SDM) khususnya Guru yang mampu mengaplikasikan RSBI dalam penyampaian materi pembelajaran.
“Karena dalam indikator RSBI salah satunya adalah tenaga pendidiknya harus menerapkan bahasa Inggris dalam menjelaskan Materi Pelajaran, baik pada Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam,dan Saince sendiri,” terang Helmi.

Faktor lainnya juga keterlambatan informasi yang di peroleh, sehingga dari pihak sekolah sendiri harus membuka penerimaan siswa baru tiga bulan dari sebelum Penerimaan Siswa Baru Reguler tanggal 1 s.d 4 juli 2009.

“Untuk kita sendiri baru mengumumkan penerimaan siswa baru RSBI pada tanggal 20-25 juni 2009, dan untuk seleksinya pada tanggal 26 juni dengan dua tahap seleksi.

Seleksi tahap pertama adalah seleksi administrasi yakni Nilai Raport kelas VII s.d IX untuk Mapel Matematika, IPA, IPS, Bahasa Indonesia,dan Bahasa Inggris masing-masing dengan nilai rata-rata 7, Nilai Ujian Akhir Sekolah, Ujian Akhir Nasional (UAN), penghargaan prestasi baik pada akademik, maupun non akademik, sertifikat dari lembaga kursus khususnya bahasa Inggris,

Sementara tes tahap kedua (umum),yakni para peserta akan mengikuti test akademik, Bahasa Inggris, Psikologi dan Wawancara,” terang Helmi panjang lebar. (PDE)